Pendidikan Multibahasa Membuka Akses Belajar yang Lebih Inklusif

s3linguistik Avatar

Pendidikan Multibahasa Membuka Akses Belajar yang Lebih Inklusif
Posted on :

Panduan global UNESCO menegaskan bahwa bahasa yang dipahami peserta didik menjadi fondasi pembelajaran bermutu, inklusif, dan berkeadilan.

Bengkulu – UNESCO pada Februari 2025 kembali menempatkan pendidikan multibahasa sebagai bagian penting dari agenda pendidikan yang inklusif. Melalui panduan global bertajuk Languages Matter, UNESCO menekankan bahwa peserta didik akan memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik ketika proses pendidikan dimulai dengan bahasa yang mereka pahami dan kemudian dikembangkan secara bertahap menuju penguasaan bahasa lain.

Pendekatan tersebut tidak sekadar berkaitan dengan pilihan bahasa pengantar. Pendidikan multibahasa juga mencakup kesiapan guru, ketersediaan bahan ajar, pengembangan kurikulum, penilaian pembelajaran, serta dukungan kebijakan yang menghargai keragaman bahasa. Dengan demikian, bahasa dipandang sebagai sarana untuk membuka akses pengetahuan sekaligus menjaga identitas dan partisipasi sosial peserta didik.

Dalam kajian linguistik terapan, isu ini berkaitan erat dengan pemerolehan bahasa pertama dan kedua, sosiolinguistik pendidikan, perencanaan bahasa, literasi, serta pengembangan materi pembelajaran. Penelitian pada bidang tersebut diperlukan agar kebijakan bahasa tidak berhenti pada tataran normatif, tetapi benar-benar didukung oleh data mengenai kebutuhan penutur dan kondisi pembelajaran.

Bagi Bengkulu, gagasan pendidikan multibahasa memiliki relevansi kuat karena masyarakat hidup dalam lingkungan bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing. Bahasa Rejang, Serawai, Lembak, Melayu Bengkulu, Enggano, serta ragam lokal lainnya dapat menjadi sumber pengetahuan dan konteks pembelajaran yang dekat dengan kehidupan peserta didik.

Program Doktor Linguistik Terapan FKIP Universitas Bengkulu memandang perkembangan ini sebagai ruang penting bagi penelitian doktoral dan pengabdian kepada masyarakat. Kajian berbasis bukti dapat diarahkan pada penggunaan bahasa daerah dalam pendidikan, transisi menuju bahasa Indonesia akademik, pengembangan literasi multibahasa, dan penyusunan model pembelajaran yang adil bagi seluruh peserta didik.

SUMBER UTAMA
UNESCO – Languages matter: global guidance on multilingual education Kata kunci: pendidikan multibahasa, bahasa ibu, inklusi, kebijakan bahasa, linguistik terapan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *