Pembelajaran bahasa Indonesia di Oslo memperluas hubungan budaya sekaligus menunjukkan meningkatnya posisi BIPA dalam diplomasi internasional.

Sumber gambar: Kemendikdasmen/Badan Bahasa, dokumentasi kelas BIPA di Norwegia.
Bengkulu – Penyelenggaraan kelas Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing di Oslo, Norwegia, memperlihatkan peran bahasa sebagai jembatan diplomasi budaya. Program yang diberitakan pada 30 Juni 2025 tersebut memberi kesempatan kepada masyarakat Norwegia untuk mempelajari bahasa sekaligus mengenal budaya Indonesia secara lebih dekat.
BIPA tidak hanya mengajarkan tata bahasa dan kosakata. Pembelajaran biasanya mengintegrasikan konteks kehidupan, kebiasaan komunikasi, sastra, kuliner, seni, dan nilai budaya. Pendekatan tersebut membantu pemelajar memahami cara menggunakan bahasa secara tepat dalam situasi sosial yang beragam.
Perkembangan BIPA di berbagai negara juga membuka kebutuhan terhadap pengajar yang memiliki kompetensi linguistik, pedagogik, antarbudaya, dan teknologi pembelajaran. Materi perlu disesuaikan dengan tingkat kemampuan, tujuan belajar, usia, latar bahasa pertama, serta konteks negara tempat program diselenggarakan.
Bagi perguruan tinggi, BIPA merupakan bidang strategis untuk penelitian dan kerja sama internasional. Topik penelitian dapat mencakup pemerolehan bahasa Indonesia, kesulitan pemelajar, desain bahan ajar, pembelajaran daring, penilaian kemahiran, pragmatik antarbudaya, hingga identitas pemelajar.
Program Doktor Linguistik Terapan FKIP Universitas Bengkulu dapat memperkuat kajian BIPA dengan menghadirkan perspektif budaya Sumatra dan Bengkulu. Cerita rakyat, lingkungan pesisir, kuliner, tradisi, dan keberagaman bahasa lokal dapat dikembangkan menjadi bahan ajar yang memperkenalkan Indonesia secara lebih kaya kepada pemelajar internasional.
| SUMBER UTAMA Kemendikdasmen – Kelas BIPA memperkuat diplomasi bahasa di Norwegia Kata kunci: BIPA, Norwegia, diplomasi bahasa, internasionalisasi, bahasa Indonesia |



Leave a Reply