Antusiasme pemelajar Rusia menunjukkan bahwa bahasa Indonesia semakin menarik sebagai bahasa komunikasi, studi, pariwisata, dan kerja sama budaya.

Sumber gambar: Kemendikdasmen/Badan Bahasa, dokumentasi pembukaan program BIPA untuk warga Rusia.
Bengkulu – Sebanyak 149 warga Rusia mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing pada tahun 2025. Program tersebut mencakup berbagai tingkat kemahiran, mulai dari BIPA 1 hingga BIPA 6, dan dilaksanakan sebagai bagian dari fasilitasi internasionalisasi bahasa Indonesia.
Jumlah peserta tersebut menunjukkan minat yang kuat terhadap bahasa Indonesia. Motivasi pemelajar dapat beragam, antara lain untuk studi, pekerjaan, perjalanan, hubungan keluarga, penelitian, diplomasi, bisnis, maupun ketertarikan terhadap kebudayaan Indonesia.
Pengajaran kepada pemelajar Rusia menghadirkan tantangan tersendiri karena perbedaan sistem bunyi, struktur bahasa, aksara, serta kebiasaan komunikasi. Pengajar perlu mengembangkan penjelasan yang jelas, latihan yang kontekstual, dan strategi koreksi yang dapat membantu pemelajar menggunakan bahasa secara komunikatif.
Pembelajaran lintas negara juga semakin terbantu oleh teknologi daring. Kelas virtual memungkinkan interaksi secara langsung, distribusi bahan ajar, latihan berbasis multimedia, dan kolaborasi antarpemelajar. Namun, perbedaan zona waktu, kestabilan jaringan, dan keterlibatan peserta tetap perlu dikelola secara cermat.
Bagi Program Doktor Linguistik Terapan FKIP Universitas Bengkulu, perkembangan ini membuka peluang kajian tentang pemerolehan bahasa Indonesia oleh penutur bahasa Slavia, desain materi, analisis kesalahan, dan komunikasi antarbudaya. Hasil penelitian dapat mendukung peningkatan mutu BIPA sekaligus memperluas kontribusi akademik Indonesia di tingkat internasional.
| SUMBER UTAMA Kemendikdasmen – Antusiasme warga Rusia mempelajari bahasa Indonesia Kata kunci: BIPA Rusia, bahasa Indonesia, pembelajaran daring, pemelajar asing, diplomasi budaya |



Leave a Reply