Program di Afrika Selatan memadukan kelas tatap muka dan daring untuk memperluas akses pembelajaran bahasa Indonesia.

Sumber gambar: Kantor Bahasa Kepulauan Bangka Belitung/Kemendikdasmen, dokumentasi pembukaan kelas BIPA Cape Town.
Bengkulu – Kelas Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing di Cape Town, Afrika Selatan, kembali dibuka pada Agustus 2025. Program ini menghadirkan enam kelas dengan puluhan peserta serta kelas khusus anak, sekaligus menjangkau pemelajar daring dari beberapa negara.
Model pembelajaran gabungan menunjukkan fleksibilitas pengelolaan BIPA di luar negeri. Peserta tatap muka memperoleh pengalaman interaksi langsung, sementara peserta daring tetap dapat terhubung dengan pengajar dan materi dari lokasi yang berbeda. Pendekatan ini memperluas jangkauan tanpa menghilangkan kebutuhan akan interaksi komunikatif.
Keberagaman usia, negara asal, dan tujuan belajar menuntut diferensiasi pembelajaran. Pengajar perlu menyesuaikan topik, kecepatan, media, serta bentuk tugas. Kelas anak membutuhkan aktivitas visual dan permainan, sedangkan pemelajar dewasa mungkin lebih membutuhkan bahasa untuk pekerjaan, studi, atau komunikasi sosial.
Konteks Afrika Selatan juga membuka ruang pembelajaran antarbudaya yang luas. Pengajaran bahasa Indonesia dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan keragaman masyarakat Indonesia, sekaligus mendorong dialog mengenai pengalaman multibahasa yang juga menjadi ciri masyarakat Afrika Selatan.
Program Doktor Linguistik Terapan FKIP Universitas Bengkulu dapat mengembangkan penelitian tentang kelas hibrida, strategi interaksi daring, kompetensi antarbudaya, dan adaptasi bahan ajar BIPA. Pengalaman tersebut penting untuk merancang program yang fleksibel, menarik, dan tetap memiliki standar mutu yang konsisten.
| SUMBER UTAMA Kantor Bahasa Kepulauan Bangka Belitung – Kelas BIPA di Cape Town dibuka kembali Kata kunci: BIPA Cape Town, Afrika Selatan, kelas hibrida, diplomasi budaya, pembelajaran bahasa |



Leave a Reply