
Bengkulu — Program Studi Doktor Linguistik Terapan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu, menyelenggarakan Seminar Hasil Disertasi mahasiswa atas nama Reko Serasi pada Kamis, 25 September 2025.
Reko Serasi merupakan mahasiswa Program Studi Doktor Linguistik Terapan FKIP Universitas Bengkulu dengan Nomor Pokok Mahasiswa A3A023003. Dalam seminar tersebut, ia mempresentasikan hasil penelitian disertasi berjudul:
“Revitalisasi Tradisi Berasan Adat Pernikahan Etnik Rejang Bengkulu.”
Disertasi tersebut disusun di bawah bimbingan Prof. Dr. Sarwit Sarwono, M.Hum. sebagai promotor dan Dr. Didi Yulistio, M.Pd. sebagai kopromotor.
Mengangkat Kekayaan Tradisi Masyarakat Rejang
Penelitian Reko Serasi berfokus pada revitalisasi tradisi berasan dalam rangkaian adat pernikahan etnik Rejang di Bengkulu. Tradisi tersebut merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat Rejang yang mengandung nilai kebahasaan, sosial, kekeluargaan, dan kearifan lokal.
Dalam konteks adat pernikahan, tradisi berasan tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi antara pihak-pihak yang terlibat, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan maksud, membangun kesepakatan, menjaga kesantunan, dan mempererat hubungan kekeluargaan.
Bahasa yang digunakan dalam tradisi tersebut memiliki karakteristik tersendiri karena berkaitan erat dengan norma adat, tata krama, penghormatan kepada keluarga, serta nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Oleh karena itu, kajian terhadap tradisi berasan memiliki posisi penting dalam upaya memahami hubungan antara bahasa, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat Rejang.
Revitalisasi sebagai Upaya Pelestarian Budaya
Perubahan sosial, perkembangan teknologi, mobilitas masyarakat, dan pergeseran pola komunikasi dapat memengaruhi keberlangsungan tradisi lokal. Sebagian generasi muda berpotensi tidak lagi memahami bentuk, fungsi, dan makna tradisi yang hidup dalam masyarakatnya.
Revitalisasi diperlukan agar tradisi berasan tidak hanya didokumentasikan sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga tetap dikenal, dipahami, dan dipraktikkan secara relevan oleh masyarakat. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pendokumentasian bahasa adat, pendidikan budaya, pelibatan tokoh masyarakat, pengembangan bahan pembelajaran, serta pemanfaatan media digital.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi tradisi berasan, unsur-unsur yang perlu dipertahankan, tantangan yang dihadapi dalam pelestariannya, serta strategi yang dapat diterapkan untuk memperkuat keberlanjutan tradisi tersebut.
Kontribusi bagi Linguistik Terapan dan Kajian Multibudaya
Kajian mengenai tradisi berasan memiliki keterkaitan yang kuat dengan bidang linguistik terapan, khususnya dalam kajian bahasa dan budaya, komunikasi sosial, pelestarian bahasa daerah, serta pengembangan pembelajaran berbasis kearifan lokal.
Penelitian ini juga sejalan dengan orientasi Program Studi Doktor Linguistik Terapan FKIP Universitas Bengkulu dalam mengembangkan pembelajaran dan penelitian linguistik terapan berbasis multibudaya. Tradisi masyarakat Rejang merupakan salah satu sumber pengetahuan lokal yang dapat dikaji dan dikembangkan sebagai bagian dari kekayaan budaya Bengkulu.
Hasil penelitian berpotensi dimanfaatkan sebagai referensi bagi akademisi, pendidik, peneliti, pemerintah daerah, lembaga adat, dan masyarakat dalam merancang program pelestarian bahasa dan budaya Rejang. Selain itu, temuan penelitian dapat mendukung penyusunan bahan ajar yang mengintegrasikan nilai budaya lokal dalam pembelajaran bahasa.
Tahapan Penting Penyelesaian Studi Doktoral
Seminar hasil merupakan salah satu tahapan penting dalam penyelesaian studi pada jenjang doktor. Pada kegiatan ini, mahasiswa memaparkan hasil penelitian serta mempertanggungjawabkan metode, analisis data, temuan, pembahasan, kebaruan, dan kontribusi ilmiah disertasinya di hadapan tim penguji.
Melalui seminar hasil, mahasiswa memperoleh kritik, saran, dan masukan akademik sebagai dasar untuk menyempurnakan naskah disertasi. Proses tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan penjaminan mutu akademik Program Studi Doktor Linguistik Terapan FKIP Universitas Bengkulu.
Program studi menyampaikan apresiasi kepada Reko Serasi atas terlaksananya seminar hasil disertasi. Apresiasi turut disampaikan kepada promotor, kopromotor, tim penguji, serta seluruh pihak yang telah memberikan bimbingan dan dukungan selama proses penelitian.
Seminar hasil ini diharapkan menjadi langkah penting bagi Reko Serasi dalam menyempurnakan disertasi dan melanjutkan tahapan akademik berikutnya menuju penyelesaian pendidikan doktoral.
Identitas Kegiatan
Nama mahasiswa: Reko Serasi
NPM: A3A023003
Agenda: Seminar Hasil Disertasi
Tanggal pelaksanaan: 25 September 2025
Judul disertasi: Revitalisasi Tradisi Berasan Adat Pernikahan Etnik Rejang Bengkulu
Promotor: Prof. Dr. Sarwit Sarwono, M.Hum.
Kopromotor: Dr. Didi Yulistio, M.Pd.



Leave a Reply