
Bengkulu – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Internasional pada 24 Januari 2025, Program Studi Doktor Linguistik Terapan FKIP Universitas Bengkulu menegaskan kembali pentingnya pendidikan sebagai fondasi pembangunan manusia, perdamaian, dan kemajuan masyarakat. Peringatan ini menjadi kesempatan untuk melihat bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga pintu utama menuju pengetahuan dan partisipasi yang setara.
Dalam praktik pendidikan, keberhasilan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kemampuan pendidik menghadirkan bahasa yang jelas, inklusif, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Kajian linguistik terapan memberi landasan untuk merancang pembelajaran bahasa, bahan ajar, asesmen, serta komunikasi akademik yang dapat menjangkau latar belakang sosial dan kebahasaan yang beragam.
Program Studi Doktor Linguistik Terapan FKIP UNIB mendorong pengembangan penelitian yang menghubungkan bahasa dengan persoalan nyata di dunia pendidikan, antara lain literasi, multilingualisme, teknologi pembelajaran, kesantunan berbahasa, pendidikan inklusif, dan penguatan bahasa Indonesia serta bahasa daerah. Melalui pendekatan interdisipliner, hasil penelitian diharapkan memperkuat kebijakan dan praktik pembelajaran yang lebih adil dan bermutu.
Peringatan Hari Pendidikan Internasional 2025 hendaknya menjadi energi bersama untuk memastikan bahwa setiap orang memperoleh kesempatan belajar sepanjang hayat. Program studi mengajak sivitas akademika terus membangun ruang belajar yang menghargai perbedaan, mengembangkan daya kritis, dan menumbuhkan kepedulian. Pendidikan yang kuat memerlukan bahasa yang memerdekakan, menghubungkan, dan memberdayakan.



Leave a Reply