
Bengkulu – Hari Bahasa Ibu Internasional 2025 diperingati di Indonesia dengan tema “Bahasa Daerah Mendukung Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Rangkaian kegiatan berlangsung pada 20-27 Februari 2025 dan menghadirkan pameran, dialog, webinar, siniar, pertunjukan, serta diseminasi hasil revitalisasi bahasa daerah.
Peringatan ini menegaskan bahwa bahasa ibu bukan hanya alat komunikasi di dalam keluarga. Bahasa ibu menyimpan pengetahuan lokal, nilai sosial, sejarah komunitas, cara pandang terhadap lingkungan, dan ekspresi budaya yang diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya. Ketika ruang penggunaan bahasa semakin sempit, sebagian pengetahuan tersebut juga berisiko ikut menghilang.
Pelestarian bahasa membutuhkan lebih dari kegiatan seremonial. Dokumentasi kosakata, tata bahasa, sastra lisan, cerita rakyat, dan praktik komunikasi perlu disertai upaya transmisi kepada generasi muda. Sekolah, keluarga, komunitas, pemerintah daerah, media, dan perguruan tinggi mempunyai peran yang saling melengkapi dalam proses tersebut.
Konteks Bengkulu memberikan ruang kajian yang luas karena provinsi ini memiliki keragaman bahasa dan dialek. Penelitian dapat menelusuri pola pewarisan bahasa dalam keluarga, sikap generasi muda terhadap bahasa daerah, pergeseran bahasa di wilayah perkotaan, penggunaan bahasa dalam seni tradisi, hingga pemanfaatan media digital untuk revitalisasi.
Bagi Program Doktor Linguistik Terapan FKIP Universitas Bengkulu, Hari Bahasa Ibu Internasional menjadi momentum untuk memperkuat riset, publikasi, dan pengabdian yang berpihak pada keberlanjutan bahasa daerah. Hasil penelitian diharapkan tidak hanya memperkaya teori, tetapi juga menghasilkan kamus, korpus, bahan ajar, arsip digital, dan strategi revitalisasi yang dapat digunakan masyarakat.



Leave a Reply