Ribuan buku terjemahan memperluas akses bacaan bermutu sekaligus membuka diskusi tentang kualitas bahasa, kesesuaian budaya, dan literasi anak.

Sumber gambar: Kemendikdasmen/Badan Bahasa, dokumentasi Pesta Literasi Indonesia 2025.
Bengkulu – Pesta Literasi Indonesia 2025 meluncurkan 3.270 judul buku terjemahan cerita anak sebagai bagian dari upaya memperluas akses terhadap bacaan bermutu. Peluncuran pada 8 September 2025 menunjukkan skala besar kerja penerjemahan dan distribusi bahan literasi bagi anak-anak Indonesia.
Penerjemahan buku anak memiliki tantangan yang berbeda dari penerjemahan teks umum. Penerjemah harus mempertimbangkan tingkat usia, panjang kalimat, pilihan kosakata, ritme cerita, unsur humor, ilustrasi, serta pesan yang dapat dipahami tanpa kehilangan daya tarik teks asli.
Kesesuaian budaya juga menjadi perhatian penting. Istilah, kebiasaan, makanan, permainan, atau hubungan sosial dalam bahasa sumber mungkin tidak memiliki padanan langsung dalam bahasa sasaran. Penerjemah perlu menentukan apakah unsur tersebut dipertahankan, dijelaskan, atau diadaptasi secara hati-hati.
Ketersediaan buku dalam jumlah besar perlu diikuti dengan pemanfaatan di sekolah, keluarga, taman bacaan, dan komunitas. Guru dan orang tua dapat menggunakan buku untuk membaca nyaring, diskusi, kegiatan menulis, dan pengembangan kosakata. Evaluasi respons pembaca juga penting untuk mengetahui tingkat keterbacaan dan ketertarikan anak.
Program Doktor Linguistik Terapan FKIP Universitas Bengkulu dapat menjadikan program ini sebagai bahan penelitian penerjemahan, keterbacaan, literasi multimodal, dan respons pembaca. Kajian juga dapat diarahkan pada penerjemahan cerita anak ke bahasa daerah Bengkulu sehingga bahan bacaan berkontribusi sekaligus terhadap literasi dan revitalisasi bahasa.
| SUMBER UTAMA Kemendikdasmen – Pesta Literasi Indonesia 2025 memperluas akses literasi Kata kunci: Pesta Literasi, buku anak, penerjemahan, literasi, bahan bacaan bermutu |



Leave a Reply